Bagusnya Areal Buyut Nyimas Kawunganten Kedokanbunder , Dibangun dengan Kocek Tetua Desa Secara Pribadi
![]() |
| Kawunganten Kedokan Bunder |
Ringsatu.id Indramayu - Rapih bagus tertata dengan baik,hal demikian yang bisa diungkapkan siapaun ketika mendatangi Makam Nyimas Ratu Kawunganten Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu.
Pengaruh wabah corona yang yang melanda sebagian besar Dunia hingga ke indonesia begitu berpengaruh terhadap sendi sendi aktifitas masyarakat yang biasa dilakukan saban hari saban minggu,bulan hingga saban tahun diantaranya adat istiadat unjungan yang menjadi kewajiban saban tahun menghormati keberadaan leluhur.
Berangkat persoalan Corona penulis melangkahkan kaki untuk bersilaturahmi ke kedokanbunder tepatnya ke makam Nyimas Kawunganten.
Ada hal menarik ketika pertama kali bersilaturahmi ke Makam Nyimas kawunganten jalan setapak yang bagus penulis juga disuguhkan bangunan situs makam yang luar biasa Rapih dan terawat.
Bertemu dengan tetua Desa Bapak Udin Radeng, kedatangan kita disambut dengan baik dan penuh keakraban.
Bersanding dengan hidangan kopi hitam dalam obrolan menanyakan adat unjungan yang biasanya digelar saban tahun harus ditiadakan karena demi memutus mata rantai penyebaran wabah corona.
Kaboran bergeser manakala Radeng didampingi Juru Kunci Nurkim, menceritakan pembangunan yang dilakukan dimakam Nyi mas kawunganten bukan dari bantuan pemerintah melainkan dari kantong Pribadi.
"Sekarang ini buyut nyimas ratu ayu kawunganten kedokan bunder sudah normal bagus berikut jalan gang yang masuk pintu area kuburan baik jalan ditengah kuburan/makam sudah di bangun dan alhamdulillah kami bisa membangun dapat hasil keringat sendiri, karya sendiri tanpa bantuan siapapun baik dari pemerintah desa maupun dari hasil swadaya masyrakat " Ungkap Radeng.
"LUAR BIASA" sebagai bentuk pelestarian cagar budaya Radeng cuma menginginkan para tamunyang hadir dan sowan ke makam Nyimas Kawunganten tidak jenuh dan menikmati terawatnya bangunan yang sudah dibangun.
" Lihat aja sekarang tatanan jalan maupun gubug juga yang lainnya bangunan yang kita kerjakan mendapatkan hasil yang terbaik kelihatan bagus, supaya pengunjung ke buyut tidak merasa jenuh " Radeng melanjutkan
Tidak lupa dirinya berpesan kepada masyarakat khususnya masyarakat kedokanbunder untuk bersama merawat keberadaan dan menjaga keberadaan bangunan komplek makam.
" Khususnya bagi warga kedokan bunder saling menjaga dan merawat supaya tidak cepat rusak semoga, bangunan ini bisa bermanfa'at untuk masyarakat umum" Tutupnya.
Menghabiskan waktu berjam jam ngobrol ada banyak pelajaran yang berhasil dipetik dari Tetua desa yang menyisihkan Rejekinya untuk membangun sebuah peninggalan yang diwariskan kepada anak cucu kelak.
Berada di komplek makam nyimas kawunganten kurang puas apabila penulis tidak melihat dan cuci muka di sumur Gede yang dipercaya sebagai sarana bisa menyembuhkan penyakit.
Setelah selesai membersihkan diri penulis berkirim fatihah dipusara makam nyimas kawunganten.
Terus siapa sih Nyimas Kawunganten.
Nyimas Kawunganten merupakan istri ketiga Sunan Gunung jati yang berasal dari banten,dari perkawinan keduanya nyimas Kawunganten mwlahirkan Hasanudin yang kemudian dinobatkan sebagai Sultan Banten yang pertama.
Cerita tersebut singkat dan dijelaskan dalam beberapa naskah cirebon.
Kisahnya perkawinan keduanya dimulai dari kunjungan Ratu Krawang menemui Sunan Gunung jati yang kebetulan dalam kunjunganya beliau membawa Nyimas Kawunganten.
Perkawinan Sunan Gunung jati dan Nyimas Kawunganten dijelaskan dalam Naskah Mertasinga pupuh XVll. 11-16.
Sementara terkait dengan Nyimas kawunganten Berada di Kedokan Bunder klik artikel dibawah menjelaskan sepak terjang Nyimas Kawunganten.
https://hanumharlisah.wordpress.com/anak-anak/sejarah-desa-kedokanbunder/



